INDONESIARAYA.CO.ID – Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membeberkan dirinya pernah ditolong oleh kehadiran Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik Prabowo.
Dedi Mulyadi menyebut saat itu sejumlah patung di Purwakarta dirobohkan oleh massa tertentu pada tahun 2011 lalu.
“Saya waktu itu tidak kenal, tapi tiba-tiba datang memberikan bantuan untuk membangun kembali yang baru.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Siapakah Menteri yang Disayangi Prabowo? Hashim Djojohadikusumo Bocorkan ke Paguyuban Tionghoa
Daftar 14 Nama Cagub Cawagub yang Diputuskan Partai Gerindra Maju pada Pilkada 2024, Super Lengkap
Momen Penuh Tawa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Acara Halal Bihalal Sekeluarga

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinya itu orang ikhlas. Yang lain mah gak ada yang berani datang,” kata Dedi Mulyadi.
Hingga kini sejumlah patung wayang yang ada di Purwakarta masih berdiri dan menjadi salah satu daya tarik wisata.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Litbang Kompas: Prabowo Subianto Unggul Head to Head Lawan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan
Baca Juga:
Ganjar Pranowo Blak-blakan Ungkap Rencananya ke Depan, Tak Mau Gabung di Kabinet Prabowo – Gibran
Calon Wapres Gibran Rakabuming Raka Buka Suara Soal Kemungkinan Rival Pilpres Masuk Kabinetnya
Jadi Ketua Tim Hukum Prabowo – Gibran untuk Bertarung di MK, Yusril Siapkan 35 Advokat Lintas Partai
Bahkan patung wayang itu menjadi ikon kebanggan masyarakat sebagai kabupaten dengan pembangunan berbasis budaya.
“Jadi kalau Dedi Mulyadi geser sekarang itu wajar karena saya mau berbakti pada orang yang membuat kebaikan,” ujarnya.
Terkait kepindahannya ke Partai Gerindra, Dedi Mulyadi beralasan pindah untuk mendukung Prabowo Subianto, karena masalah hati.
“Hati, rasa dan cinta,” Dedi, dalam rilis resmi yang diterima wartawan, Senin, 22 Mei 2023.
Baca Juga:
Arus Bawah Solid Gotong Royong Dorong Sudaryono Jadi Calon Gubernur Jawa Tengah, Siapa Saja?
Dedi menilai, sosok Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan merupakan seseorang yang dinilainya ikhlas rela berkorban demi negara.
“Orang yang ikhlas, berkorban demi negara. Nulung kanu butuh, nalang kana susah, tapi tara make pencitraan, kabeh kaluar tinu rasa,” ucapnya.
Meski banyak dipojokan dengan berbagai isu Prabowo kata Dedi tak pernah membuat serangan balik dengan menjelekkan atau memfitnah orang lain.
“Malah fakta juga ditutupi untuk menjaga teman. Pemimpin itu yang begitu,” ucap Dedi Mulyadi.***
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Indonesiaraya.co.id, semoga bermanfaat.
















